Rabu, 06 April 2011

PENDOKUMENTASIKAN MODEL USE CASE 


Use case didokumentasi dalam use case model sebagai berikut:
• Use Case Name. Setiap use case diberi nama.
• Summary. Deskripsi singkat use case, biasanya satu atau dua kalimat.
• Dependency. Bagian ini menggambarkan apakah use case yang satu tergantung pada use case yang lain, dalam arti apakah use case tersebut termasuk pada use case yang lain atau malah memperluas use case lain.
• Actors. Bagian ini memberikan nama pada actor dalam use case. Selalu terdapat use case utama (primary use case) yang memulai use case. Disamping itu terdapat juga secondary use case yang terlibat dalam use case. Contohnya, dalam use case Withdraw Funds, ATM Customer adalah actor-nya.
• Preconditions. Satu atau lebih kondisi harus berjalan dengan baik pada permulaan use case; contohnya mesin ATM yang tidak jalan, menampilkan pesan Selamat Datang.
• Deskripsi. Bagian terbesar dari use case merupakan deskripsi naratif dari urutan utama use case yang merupakan urutan yang paling umum dari interaksi antara aktor dan sistem. Deskripsi tersebut dalam bentuk input dari aktor, diikuti oleh respon pada sistem. Sistem ditandai dengan sebuah kotak hitam (black box) yang berkaitan dengan apa yang sistem lakukan dalam merespon input aktor, bukan bagaimana internal melakukannya.
• Alternatif-alternatif. Deskripsi naratif dari alternatif merupakan cabang dari urutan utama. Terdapat beberapa cabang alternatif dari urutan utama. Contohnya, jika rekening customer terdapat dana yang tidak sesuai, akan tampil permohonan maaf dan menolak kartu.
• Postcondition. Kondisi yang selalu terjadi di akhir use case, jika urutan utama telah dilakukan; contohnya dana customer telah ditarik.
• Outstanding questions. Pertanyaan-pertanyaan tentang use case didokumentasikan untuk didiskusikan dengan para user.

Cara kerja UML adalah dengan mendefinisikan notasi dan sebuah meta-model.

Notasi tersebut adalah model-model yang direpresentasikan dalam bentuk grafis, ini adalah syntax untuk bahasa permodelan. Untuk contohnya, notasi class diagram mendefinisikan bagaimana item-item dan konsep-konsep seperti class, association, dan multiplicity direpresentasikan.
association atau multiplicity atau bahkan sebuah class. Para pengguna umumnya menyarankan beberapa definisi-definisi informal, tetapi banyak orang menginginkan informasi yang lebih dar pada itu semua.
Ide dari bahasa spesifikasi dan design yang tepat adalah sangat relevan dalam bidang sebuah formal method. Didalam sebuah teknik, design, dan specifications telah direpresentasikan dengan menggunakan turunan dari predicate kalkulus. Definisi tersebut telah dimatematikakan dengan tepat dan tidak ada duanya. Walau bagaimanapun nilai dari definisi ini bukanlah merupakan sesuatu yang universal. Walaupun kita dapat membuktikan bahwa program tersebut dapat membuktikan sebuah spesifikasi matematika yang benar, tidak mungkin ada sebuah cara untuk membuktikan kalau spesifikasi matematika itu dapat memenuhi syarat yang dibutuhkan sebuah system.
Design adalah tentang menemukan masalah-masalah kunci yang dihadapi pada development. Formal methods sering kali membuat putus asa dengan cara banyak memberikan detil-detil yang tidak penting. Juga formal methods sangat sulit untuk dipelajari dan dimanipulasi, juga lebih sulit dihadapi daripada bahasa pemrograman. Dan kita juga tidak dapat menjalankannya.
Kebanyakan methods object-oriented mempunyai sedikit kekakuan, notasi mereka lebih berdasarkan intuisi daripada definisi yang formal. Dalam keseluruhannya, ini semua tampak tidak menimbulkan kerusakan. Methods ini mungkin informal, beberapa orang menemukan kalau semua ini masih berguna dan kegunaannya itulah yang diperhitungkan.
Walau bagaimanapun, orang-orang yang menggunakan methods OO selalu mencari jalan untuk meningkatkan methods yang kaku tersebut tanpa mengurangi kegunaannya. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mendefinisikan meta-model : sebuah diagram, yang biasanya adalah sebuah diagram class, yang mendefinisikan notasi tersebut.
Kesimpulan
UML mempermudah para analis dan programmer untuk melakukan forward maupun reserve engineering. UML menggunakan meta-model sehingga pembacaan alur sebuah aplikasi dapat dipermudah.